Salatiga Gagap dengan Keberadaan Exit Tol?

Beberapa hari yang lalu, terjadi kegaduhan di beberapa Grup Facebook yang saya ikuti. Pangkal sebabnya adalah pemberitaan mengenai keindahan Exit Tol Salatiga yang ada di Tingkir. Sanjungan diberikan member grup akan keindahan latar belakang Exit Tol yang menperlihatkan keindahan Gunung Merbabu. Namun ada sebagian orang yang menganggap hal itu biasa, bahkan tidak tanggung-tanggung, seorang anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Sigit Sosiantomo, menganggap Exit Tol Salatiga tidak menarik.

Namun apakah kegaduhan mengenai “indah atau tidaknya Exit Tol Salatiga” menjadi fokus utama yang perlu diperbincangkan masyarakat Salatiga?

Bagai saya tentu tidak. Saya tidak tertarik ikut dalam perdebatan antara kubu “indah” ataupun “tidak indah”. Karena saya melihat ada sejumlah hal yang krusial yang patut diperhatikan oleh sejumlah pihak mengenai keberadaan Exit Tol Salatiga tersebut. Pertama, kemampuan Pemerintah Kota Salatiga melakukan pengembangan, terutama perekonomian, yang diperlukan di sekitar Exit Tol tersebut.

Kedua, bagaimana keiikutsertaan masyarakat dalam pengembangan yang ada pada poin pertama tersebut. Harapannya, masyarakat dapat mendapatkan keuntungan dari pengembangan itu.

Ketiga, ketika kita telat (gagap) merespon keberadaan Exit Tol tersebut, dengan hanya sibuk memperdebatkan “indah” atau “tidak indah”, maka jangan salahkan jika Salatiga tidak akan mendapatkan apa-apa.

Demikian, tulisan ringan ini, harapannya masyarakat Salatiga lebih berfokus kepada aspek pengembangan ekonomis keberadaan Exit Tol ketimbang terlalu hanyut dalam euforia keindahanya.

 

Saam Fredy Marpaung

Alumni STIE “AMA” Salatiga






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *