Ijazah Saya Ditahan

Beberapa waktu yang lalu di sebuah Grup FB, seorang member mem-posting bahwa pihak pemberi kerja menahan ijazah pekerja. Saat pekerja berhenti, ijazah belum bisa diambil dikarenakan beberapa hal. Timbul pertanyaan, “apakah pihak pemberi kerja bisa menahan ijazah pekerjanya?”.

Jawab:

Perjanjian kerja antara pihak pemberi kerja dan pihak pekerja dapat dilakukan secara tertulis maupun tidak tertulis (lisan). Jika terjadi kesepakatan, maka perjanjian itu wajib dipatuhi oleh keduabelah pihak, kecuali ditarik kembali atas kesepakatan bersama dikemudian hari. Dengan demikian, jika “penahanan ijazah” yang dilakukan oleh pihak pemberi kerja disetujui oleh pekerja, maka kesepakatan itu berlaku dan mengikat.

Pekerja bisa saja menolak untuk memberikan ijazahnya, namun itu tentu berakibat pekerja tidak bisa bekerja di tempat pemebri kerja tersebut. Jika pekerja akhirnya menyetujui untuk memberikan ijzahnya, ada beberapa hal yang patut diperhatikan, agar meminimalkan resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Pertama, mintalah tanda terima atas penahanan ijazah itu. Itu berguna sebagai bukti, jika satu saat pekerja berkeinginan meminta kembali ijazah.

Kedua, perlu ditanyakan kepada pemberi kerja, apakah ketika pekerja ingin berhenti dari pekerjaan, walau belum selesai kontrak, akan berpengaruh kepada keluar/tidaknya ijazah pekerja.

Demikian, jawaban secara sederhana, untuk lebih dalam lagi dapat menghubungi kami.

 

Adv. Saam Fredy Marpaung, S.H., M.H. [HP/WA 08157649795]

Henri Adi Wibowo, S.H., M.H. [08112521324]

Anda punya pertanyaan sehubungan dengan hukum bisnis, kirmkan ke email kami: redaksisatigabisnis@gmail.com.






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *